Dari pengendalian suhu yang tepat di laboratorium hingga alat pemotong industri, banyak aplikasi bergantung pada bahan penting - kawat tahan nikel-kromium.Berbagai jenis kawat paduan ini berperan penting di berbagai industri karena sifat resistensi listrik yang unik dan daya tahan suhu tinggi.
Kawat resistansi nikel-kromium, yang terutama terdiri dari nikel dan kromium dengan unsur jejak, berfungsi sebagai bahan kunci untuk mengubah energi listrik menjadi panas.Sifat ketahanannya yang sangat baik, toleransi suhu tinggi, dan ketahanan korosi membuatnya ideal untuk peralatan pemanas, sistem kontrol suhu, dan aplikasi lain yang membutuhkan konversi listrik ke termal.Dua jenis yang paling umum adalah Tipe A (nikel-kromium 80/20) dan Tipe C (nikel-kromium 60/16/24).
Kabel tipe A terdiri dari 80% nikel (Ni) dan 20% kromium (Cr). Komposisi ini memberikan kinerja suhu tinggi yang luar biasa dan koefisien suhu resistensi yang rendah,Artinya nilai resistensi tetap relatif stabil di bawah fluktuasi suhu.
Kawat tipe A dapat menahan suhu hingga 1150 ° C (2100 ° F), sehingga cocok untuk aplikasi suhu tinggi.
Kawat Tipe C mengandung 60% nikel (Ni), 16% kromium (Cr), dan 24% besi (Fe).
Kawat tipe C beroperasi secara efektif hingga 1000 ° C (1850 ° F), cukup untuk banyak aplikasi.
| Karakteristik | Jenis A (80/20) | Jenis C (60/16/24) |
|---|---|---|
| Komposisi Utama | 80% Ni, 20% Cr | 60% Ni, 16% Cr, 24% Fe |
| Suhu Maksimum | 1150°C (2100°F) | 1000°C (1850°F) |
| Koefisien suhu resistensi | Di bawah | Lebih tinggi |
| Resistivitas | Di bawah | Lebih tinggi |
| Biaya | Lebih tinggi | Di bawah |
Saat memilih kawat tahan nikel-kromium, pertimbangkan faktor-faktor berikut:
Perawatan yang tepat memperpanjang umur kawat:
Kawat tahan nikel-kromium terus menemukan penggunaan baru dalam:
Selalu ikuti tindakan pencegahan keselamatan saat bekerja dengan kawat resistansi: